Sistem Informasi Geografis sebagai Ilmu Pengetahuan

Sejalan dengan perkembangan waktu dan ilmu pengetahuan itu sendiri, GIS saat ini mulai diinterpretasikan sebagai singkatan dari Geographic Information Science (GIScience). Istilah ini diperkenalkan oleh Bettinger dan Wing, 2004). GIScience ini mencakup identifikasi dan studi tentang hal-hal atau isu yg terkait dengan pemanfaatan SIG, yg mempengaruhi implementasinya dan muncul dari aplikasinya (Goodchild, 1992)
GIScience ini tidak hanya mendorong pengguna unuk memahami manfaat dari teknologi SIG itu sendiri tetapi sekaligus mendorong pengguna untuk melihat teknologi SIG ini sebagai suatu bagian integral dari disiplin ilmu yang lebih luas, yang memajukan pemikiran-pemikiran geografis serta strategi pemecahan masalah sehingga berguna bagi masyarakat.
“GIScience is not only encourage users to understand the benefit of GIS technology but also encourages users to view the technology as part of a broader discipline that promotes geographic thinking and problem solving strategies as being useful to society (Bettinger and Wing 2004)”

Apa yang spesial dari SIG (Sistem Informasi Geografis)

Ada satu hal yang menyebabkan SIG ini sangat unik. Yang membedakan SIG ini dengan sistem informasi lainnya adalah kemampuannya melakukan analisis spasial berdasarkan hubungan matematisnya yang dikenal dengan istilah ”topologi”. Dengan topologi maka hubungan spasial antar fitur (feature) seperti connecivity, contiguity/adjacency dan area dapat diketahui. Dengan contiguity, maka feature-feature yang bersinggungan dengan obyek-obyek (fitur) yang dikehendaki dapat diketahui melalui proses query. Demikian pula untuk fitur-fitur yang saling berhubungan akan dapat diketahui dengan SIG ini. Dalam bahasa yang sederhana, dengan SIG akan dapat diketahui obyek-obyek yang berbatasan langsung, atau obyek-obyek yang saling berhubungan. Dengan konektifiti, maka dapat dilakukan analisis jaringan, untuk mengetahui apakah jaringan jalan tersebut bisa dilalui atau tidak, atau untuk mengetahui apakah suatu fitur dapat dilalui untuk mencapai fitur yang dikehendai. Dengan SIG luas suatu feature akan dapat dihitung secara otomatis.

Kenapa SIG (Sistem Informasi Geografis) diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya hutan?


Sebagaimana pengertian yang dikemukakan terdahulu, SIG ini mempunyai kemampuan untuk memanipulasi, menganalisis dan atau menginterpretasikan data-data spasial yang mempunyai referensi geografis menjadi suatu informasi, dengan cepat dan mudah.   Atas dasar kemampuan tersebut, maka dalam bidang kehutanan SIG mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah:
1.       SIG membantu pengelola sumberdaya hutan (sumberdaya alam)  dalam pengambilan keputusan;
2.       SIG mampu memproduksi peta secara singkat, terotomatisasi dan dapat dilakukan secara berulang dengan cepat.
3.       SIG dapat membantu menyelesaikan beberapa proses yang menuntut kemampuan analisis yang konsisten dan keakuratan yang tinggi.
4.       SIG mampu melakukan analisis secara efisien, konsisten, karena harga perangkat keras (hardware) dan perangkat keras (software) yang semakin terjangkau.
5.       SIG mampu bekerja dari data-data baik dari data-data tabular maupun kontekstual maupun spasial yang dikumpulkan guna  mempermudah pemetaan dan pemodelan terhadap bentang alam sumbedaya alam.
6.       SIG dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat  mengevaluasi kebijakan-kebibajak pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.
7.       SIG mampu melakukan eksplorasi secara efisien terhadap data-data yang terkait dengan sumberdaya alam.
8.       SIG menyediakan operasi-operasi dasar yang diperlukan dalam pengelolaan hutan atau sumberdaya alam lainnya seperti penampilan data, penghitungan pengukuran-pengukuran dan pembuatan peta dari obyek-obyek yang diinginkan.

Deskripsi Sistem Informasi Geografis


Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, SIG adalah suatu sistem yang mampu melakukan berbagi proses yang dapat mengubah data menjadi suatu informasi yang siap digunakan untuk mengambil suatu keputusan.  Secara garis besarnya, SIG dibagi menjadi empat sub-sistem, yaitu (a) sub-sistem pemasukan data (data input), (b) sub-sistem pengelolaan data (data management) yang mencakup perbaikan (editing), pembaharuan data (updating), pemanggilan (retrieval) dan atau penyimpanan kembali (storage), (c) sub-sistem manipulasi dan analisis data, serta (d) sub-sistem keluaran (output). Secara detail, sub-sistem dari SIG dapat diuraikan sebagai berikut:
       Koleksi data (data collection): pengumpulan data dari berbagai sumber
       Penyimpanan (Storage): penyimpanan data secara dijital yang efisien
       Manajemen data (management of data): mengadministrasikan dan menyusun data dalam basis data
       Pemanggilan (Retrieval): pemanggilan data yg efisien dan mudah serta displai dengan berbagai cara
       Konversi (conversion):  SIG dapat melakukan konversi proyeksi peta, format, rescaling dan lain-lainnya.
       Analisis (analysis): termasuk manipulasi data untuk menghasilkan insight (understanding) dan informasi baru
       Pemodelan (Modeling): penyederhanaan data atau dunia dan prosesnya untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya
       Displai (dislay): penyajian data dengan berbagai cata
Dengan memperthatikan deskripsi tersebut maka SIG dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang lengkap, yang membentuk banyak fungsi-fungsi data yang terintegrasi.

Geomatika (Sistem Informasi Geografis)

Sistem informasi geografis merupakan terjemahan dari istilah  Geographic information system (Amerika Serikat), Geographical Information System (Eropa dan banyak negara lainnya).  Di Kanada sistem informasi geografis ini dikenal dengan istilah geomatique, yang kalau dalam bahasa Indonesia disebut dengan geomatika.  Dalam bahasa aslinya istilah ini sering disingkat dengan GIS (dibaca ji-ai-es bukan jis), sedangkan dalam bahasa Indonesia istilah sistem informasi ini disingkat dengan SIG (baca sig, bukan es-i-ge).   Dalam awal perkembangannya, pengertian SIG ini diturunkan dari pengertian teknologi yang digunakan dan kemampuannya dalam mengangani suatu data dan informasi.   Secara umum, SIG didefinisikan sebagai berikut:
SIG adalah sekumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer (computer hardware), perangkat lunak (software), data geografi (geographic data) dan personil (personnel) yang dirancang untuk secara efisien merekam (capture), menyimpan (store), memperbaharui (update), memanipulasi (manipulate), menganalisis (analize), dan mendisplai/menyajikan (display) semua bentuk informasi yang bereferensi geografis (ESRI, 1995).   Selanjutnya dikatakan bahwa SIG adalah suatu alat yang berbasis komputer  yang digunakan untuk pemetaan serta menganalisis obyek-obyek atau kejadian-kejadian yang ada di permukaan bumi.   SIG ini menggabungkan operasi-operasi dasar pada basisdata seperti ”query” dan analisis statistik  dengan visualisasi dan manfaat analisis geografis yang unik yang dapat diberikan oleh peta. Kemampuan inilah yang menyebabkan SIG berbeda dengan sistem lainnya, yang dapat digunakan secara luas oleh berbagai bidang aplikasi baik oleh perusahaan-perusahaan publik maupun oleh swasta untuk menerangkan kejadian, prediksi hasil dan perencanaan suatu strategi.
Geomatika adalah suatu istilah yang dipopulerkan oleh seoang ilmuwan Kanada, yang merupakan padanan dari Sistem Informasi Geografis (SIG).  Geomatika merupakan suatu disiplin ilmu yang menggabungkan antara perolehan, pemodelan, analisis dan pengelolaan data spasial yang bereferensi geografis.  Schwarz dan Lachapelle dari University of Calgary, Canada mendefinisikan geomatika sebagai berikut: "A modern discipline, which integrates acquisition, modeling, analysis, and management of spatially referenced data. Based on the scientific framework of geodesy, it uses terrestrial, marine, airborne, and satellite-based sensors to acquire spatial and other data".
Pada bulan Juni 1994, the Surveys, Mapping and Remote Sensing Sector (SMRSS) of Natural Resources Canada, berubah nama menjadi Geomatics Canada.

Pengantar SIG (Sistem Informasi Geografis)


SIG (Sistem Informasi Geografis) seringkali disalahartikan sebagai Peta (Map).  SIG berbeda dengan Peta. Banyak pengguna (user) menggambar peta dengan software tertentu dan menganggap hal itu sebagai SIG.  
Secara garis besar bila dikaji dari istilahnya saja maka SIG berhubungan dengan sistem khususnya Sistem Informasi sedangkan Peta dapat merupakan hasil akhir dari proses SIG. 
Untuk lebih jelas, mari kita simak beberapa pengertian mendasar dari kedua istilah ini dan mengkaji lebih lanjut perbedaan dari keduanya.

Daftar Pustaka


Makalah ini merupakan hasil rangkuman dari beberapa jurnal Geomatica dan buku serta realitasnya di Indonesia, sbb:
  • Ackermann, University of Stuttgart, Digital Photogrammetry : Challenge and Potential, Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, PE&RS, June 1996.
  • Andrew U. Frank, Geoinformation, Technical University Vienna, Surveying Education for Future, Geomatica, Vol. 49, No.3, 1995, pp.273-282.
  • Alec McEwen, Geomatics and Law, Geomatica, Vol. 50, No.1, 1996, pp.103
  • Barry Wellar, Prof., Department of Geography, Univ. of Ottawa, Geomatics Education and Training, 1995-2000 ; Trends, Issues, Opportunities and Challenges, Geomatica, Vol. 49, No.3, 1995, pp.336-340
  • Davis, B. E., 1996. GIS: A Visual Approach. Ist edition.  OnWord Press. Camino Entraa Santa Fe, USA
  • Denis B., Geomatics Canada, Natural Resources Canada, Geomatics in Canada, Geomatica, Vol. 49, No.1, 1995, pp. 124-128
  • Geomatics Canada : A New Name A New Approach, Geomatica, Vol. 49, No.1, 1995 Excellence in Geomatics : Quality Management and Standards, Geomatica, Vol. 48, No.3, summer 1994 Vaniceck, Geodecy the concept, 1st edition, 1982.
  • Mazerall, Reorganization of Geomatics Canada, Geomatica, Vol. 49, No.2, 1995, pp.232-233. Peter Paul, National Atlas Information Service, Canada Center for Mapping, Geomatics Canada, Geomatics Canada and the World Wide Web (WWW), Geomatica, Vol. 49, No.1, 1995.
  • Roger Shreenan, The Missing Link : The Geomatics Professional Development Program, Geomatica, Vol. 49, No.4, 1995, pp.500-501.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...